Para pemimpin PDI-P yang bertahan hingga saat ini percaya bahwa Megawati Soekarno Putri adalah seorang wanita yang penuh kharisma di mata rakyat. Sejak tahun 2005 PDIP menjadikan diri partai oposisi. Pimpinan PDIP yakin akan memenangkan Pemilu 2009 karena mereka sudah BERJUANG bagi rakyat selama menjadi partai oposisi ditambah dengan KHARISMA Megawati Soekarno Putri.
Nampaknya para pemimpin PDIP tidak menyadari bahwa Megawati Soekarno Putri yang penuh kharisma adalah Megawati yang dikampanyekan.
Apakah mereka termakan oleh kampanye sendiri sehingga yakin bahwa Megawati memang wanita penuh kharisma atau mereka menyangka rakyat akan selalu percaya bahwa Megawati adalah wanita penuh Kharisma? Setelah Eros Jarot meninggalkan PDI-P, perlahan namun pasti, Megawati kehilangan kharismanya.
Apabila anda bertanya kepada saya, maka mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, sejak Eros Jarot keluar dari PDI-P, perlahan namun pasti saya melihat, sosok Megawati Soekarno Putri yang ditampilkan PDIP tidak lebih dari seorang wanita judes yang suka mengomel.
Oposisi dan pembela rakyat adalah dua hal yang berbeda. Beroposisi dan membela rakyat adalah dua hal yang berbeda. Nampaknya hal demikian tidak dipahami oleh para pemimpin PDIP. Memang benar, PDIP sering BERTERIAK menentang kebijakan pemerintah dan MENUDUH pemerintah tidak berpihak kepada rakyat kecil. Namun sayangnya semuanya itu tidak lebih dari kata-kata HUJATAN semata. Selain tidak menyajikan FAKTA atas tuduhannya, PDIP juga tidak menunjukkan JALAN keluar yang lebih baik dari kebijakan pemerintah. Bahkan, PDIP juga tidak melakukan apa-apa bagi rakyat kecil.
Mustahil PDIP bisa mencalonkan Jokowi di PilPres tahun 2014.
PDIP keok karena mereka hidup dalam SEMBOYAN KOSONG, yaitu :
"PDIP partai wong cilik" dan
" mitos mbak Mega yang penuh kharisma".
0 Response to "Mustahil Jokowi Dicalonkan PDI-P di Pilpres 2014"
Posting Komentar